KPM UNIKOM

Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) UNIKOM adalah organisasi yang terdiri dari mahasiswa-mahasiswa pilihan yang bertugas untuk membantu Direktorat Humas dan Protokoler Unikom dalam melaksanakan kegiatan-kegiatan internal dan eksternal Universitas baik ditingkat Regional, Nasional, dan Internasional serta berperan sebagai ikon Universitas.

Dengan keberadaan KPM UNIKOM dapat turut mendukung dan turut serta membangun Citra Universitas Komputer Indonesia dalam kegiatan keprotokolan dan meningkatan wawasan, pengalaman dan kinerja yang terlatih dengan kepribadian, profesionalisme, dan kompetensi sosial sebagai dasar untuk membangun Direktorat Humas dan Protokoler Unikom sesuai budaya kerja universitas yakni Professional, Integrity, Quality, Information Technology, dan Excellent atau disingkat dengan PIQIE.

Bagaimana KPM UNIKOM terbentuk ?

Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unikom merupakan bagian dari Tim Protokoler Unikom. Pada awalnya, Protokoler Unikom berdiri pada tahun 2010. Tahun 2010 sampai dengan tahun 2012 dengan dibentuknya Tim Protokoler Unikom yang diketuai oleh seorang Ketua Protokoler, dengan Susunan Tim yang terdiri dari Dosen, Karyawan dan Mahasiswa terpilih di Lingkungan Unikom.

Pada tahun 2012 terbentuknya Direktorat Humas dan Protokoler yang dipimpin oleh seorang Direktur yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor Unikom.

Untuk membantu tugas keprotokolan dilingkungan Unikom maka dibentuklah Mahasiswa Protokoler Unikom. Pada awalnya Mahasiswa Protokoler Unikom berdiri pada tahun 2010, yang saat ini namanya menjadi Korps Protokoler Mahasiswa (KPM) Unikom pada tahun 2014 hingga saat ini.

Sama halnya dengan tim keprotokolan Unikom, KPM Unikom berada di bawah pembinaan Direktorat Humas dan Protokoler UNIKOM yang bertanggung jawab langsung kepada Rektor Unikom.

KRITERIA MAHASISWA KPM UNIKOM

Memiliki kepribadian yang baik

Mampu berinteraksi dan beradaptasi

Menguasai Bahasa Asing

Mampu bekerjasama dalam tim

Mampu berkomunikasi dengan baik

Memiliki bakat khusus

Berpenampilan menarik

Ramah dan sopan

Sehat jasmani dan rohani

TUGAS KEPROTOKOLERAN

Berdasarkan Pasal 1 ayat (1) UU NO.9 TAHUN 2010 mengenai Keprotokolan dikatakan bahwa:

“Serangkaian kegiatan yang berkaitan dengan aturan dalam acara kenegaraan atau acara resmi yang meliputi tata tempat, tata upacara dan tata penghormatan sebagai bentuk penghormatan kepada seseorang sesuai dengan jabatan dan/atau kedudukannya dalam negara, pemerintahan atau masyarakat.”

Untuk mendukung jalannya suatu kegiatan, KPM Unikom memiliki beberapa tugas diantaranya yakni:

Master Of Ceremony (MC)

MC merupakan singkatan berbahasa Inggris yang tersusun dari kata Master of Ceremony. Master artinya penguasa, sedangkan Ceremony artinya acara, jadi pemahaman MC secara luas adalah pemimpin acara yang berkuasa penuh terhadap jalannya sebuah acara. Selain bermakna sebagai penguasa acara, MC juga terkadang di identikkan dengan arti pemandu acara, pengendali acara, pembawa acara, pengatur acara, penata acara dan banyak lagi julukan bagi MC. Pada bagian lain MC bertindak selaku “tuan rumah” (host) dalam suatu acara atau kegiatan/pertunjukan.

Secara garis besar tugas MC berbeda dengan protokoler/protokol. Namun, secara struktural MC merupakan bagian dari aktivitas protokoler. sehingga dapat dipahami bahwa MC adalah pembawa acara yang bertugas untuk mengendalikan jalannya acara. Sedangkan protokol adalah tata acara, yang telah dirangkai dan tersusun secara lengkap. Sehingga seorang MC akan melaksanakan tugas sesuai dengan arahan Protokoler. Namun biasanya kegiatan keprotokoleran dilaksanakan pada acara-acara resmi, seperti acara kenegaraan, pemerintahan atau kegiatan-kegiatan yang melibatkan pejabat negara, pimpinan Daerah. Karena pada dasarnya kegiatan-kegiatan resmi tersebut telah tertata dalam perundang-undangan baku dan harus dilaksanakan sesuai dengan peraturan, khusus pembahasan Protokol.

Penerima Tamu (Front Ocer)

Secara umum, tamu adalah seseorang atau sekelompok orang yang datang untuk mengunjungi instansi atau datang pada acara tertentu. Tamu yang berkunjung atau datang pada acara harus kita layani dengan bak ,tanpa membeda-bedakannya .Oleh karena itu ,sebagi tuan rumah atau penyelenggra acara hrus berusaha untuk melayani tamu sebaik mungkin.

Menerima tamu merupakan tugas utama front ocer. Oleh karena itu, front ocer harus bersikap ramah, sopan, dan bersedia untuk membantu memberikan informasi yang diperlukan tamu .

Pemandu Tempat Duduk (Liason Ocer)

Liason ocer merupakan sebagai penghubung antar dua organisasi, sebagai seorang penghubung seorang liason ocer harus memiliki kemampuan komunikasi dan mendengarkan yang baik untuk menjamin aliran informasi langsung, peka terhadap orang-orang yang berhubungan secara langsung dan memiliki keterampilan pemecahan masalah yang baik pula. Seorang LO haruslah orang yang ramah, karena LO yang memberikan kesan pertama terhadap citra sebuah organisasi.

Dalam lingkup layanan keprotokolan khususnya dalam sebuah acara resmi petugas LO berfungsi sebagai penghubung dan pemberi inforrmasi yang lebih rinci kepada tamu, khususnya tamu yang diaanggap penting dalam acara tersebut (VIP) sekaligus sebagi pemandu tempat duduk dimana tamu pentng tersebut ditempatkan. Penyampaian informasi yang baik dan kesesuaian penempatan tempat duduk merupakan indikator kesuksesan sebuah acara.